Posted by: awaludin | June 6, 2008

Sepeda Felinseton

Orang-orang yang seumuran saya pasti pernah besar dengan film Flinstone. Itu tuh, cerita tentang keluarga jaman purba. Kehidupannya sih hampir sama seperti jaman sekarang. Sudah ada traktor, lift, bioskop, bowling, binatang peliharaan, dan yang pasti ada mobil.

Kalau traktor dan permesinan lainnya biasanya dilakukan oleh dinosaurus beda lagi dengan mobilnya. Pasti inget kalau mobilnya itu dijalankan dengan tenaga manusia. Maklum deh jaman dulu kan belum ada bensin. Mobil maju dan mundur dengan memakai dorongan kaki penumpangnya.

Nah, temen saya ada yang punya produk kreatif nih. Sepeda buat anak tanpa pedal. Tujuan utamanya biar si anak lebih dulu belajar menjaga keseimbangan dibandingkan belajar mengayuh pedal.

Tampak depan

Tampak BelakangTampak gagah

Spesifikasinya adalah sebagai berikut:

  • Bahan kayu lapis finishing duco
  • Tinggi ke setang 45 cm
  • Tinggi ke 35 cm
  • Panjang 75 cm
  • Tempat duduk bisa disetel sesuai dengan tinggi anak
  • Harga Rp. 250.000, belum termasuk ongkos kirim
  • Warna bisa dipesan

Sayang orangnya ngga ngasih tau kemana bisa pesan atau nomor kontaknya. Anyway by the way, you always can send e-mail to ira_shintia@yahoo.com for any inquiry. Ayo deh kita galakkan kendaraan hemat energi.

Posted by: awaludin | May 20, 2008

Bahas Agak Detail Tentang Subsidi BBM

Sori ngga ada tulisan. Cuma sambung tulisan aja dari milis yang saya ikuti. Mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang subsidi BBM yang sekarang ini sedang rame.

Saya sendiri, sedang tidak berada di Indonesia. Tidak juga menerima pendapatan dari Indonesia untuk membeli BBM. Karena itu ngga bisa cerita banyak tentang pengaruh kenaikan BBM terhadap kehidupan saya. Sekarang sedang menikmati uang subsidi dari negara tetangga. Masih bisa hidup dengan layak, meskipun seadanya saja.bappenas-subsidi-bbm-pp

Posted by: awaludin | May 14, 2008

Beasiswa untuk Lulusan SMU/MA/SMK

Ada berita bagus nih, untuk anda yang punya anak, sodara, teman, pacar, TTM, atau lainnya dan lulusan SMA. Beasiswa dari Departemen Perindustrian dengan ikatan dinas untuk kuliah di beberapa perguruan tinggi terkenal di Indonesia.  Di antaranya, STT Tekstil Bandung, Akademi Pemimpin Perusahaan Jakarta, Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta, Akademi Analis Kimia Bogor, Akademi Teknologi Industri Padang, Akademi Teknik Industri Makassar, dll.

Buat yang berminat, bisa download pengumuman lengkapnya di situs deperin atau dari:

a. Pengumuman

b. Formulir

Syarat umumnya adalah lulusan setahun yang lalu, juara 1 – 10 (bukti raport), surat pengantar dari pemda, ortu ga mampu.

Beasiswanya untuk transportasi, biaya kuliah, biaya hidup, buku. Lumayan lah, ngga mikir uang lagi sampai lulus kuliah asal belajarnya bener.  

Selamat berusaha dan meniti nasib yang lebih baik. 

formulir-tpl-2008

surat-edaran-tpl-2008

 

Posted by: awaludin | May 8, 2008

Obsesi dan Inspirasi

Salam bahagia untuk semuanya. Semoga Tuhan YME melimpahkan segala rizki yang baik, kesehatan, dan kebahagiaan selalu buat kawan-kawan.

Ini cerita tentang dua orang penulis novel Indonesia yang sedang ngetop sekarang. Yang satu lulusan Mesir, yang satu lagi tentu saja lulusan Belitong dan Perancis hehehe. Ngga perlu disebut namanya, pasti udah tahu. Kalo belum tahu, berarti bukan penikmat sastra, dan ngga perlu baca lagi tulisan ini.

Komentar ini adalah sari pati gossip yang aku dengar dari ibu-ibu melalui perantara istriku. Weleh, novel aja digosipin. Habis apa lagi yang mau diomongin, masa ngomongin orang. Eh ini kan ngomongin penulis novel, ya orang juga kan?

Oke, yang pertama terkenal dengan novel yang sudah di film kan, Ayat-ayat Cinta. Kata orang buku novel ini baguuus sekali. Bahkan kata presiden, filmnya sangat bagus menyentuh dan membangun jiwa. Lalu apa kata ibu-ibu?

Katanya, geuleuh deh. Ini kayaknya ada yang punya obsesi menjadi pujaan wanita sejagat tapi ngga kesampaian. Terus dilampiaskan melalui tulisan. Eh, ternyata masih banyak yang suka hehehe. Ibu-ibu, dengarkan tuh. Meskipun kalian geuleuh, para wanita di luar sana masih banyak yang suka dengan pria seperti itu. Di buku barunya juga sama kan temanya. Tentang lelaki miskin yang jadi pujaan banyak wanita. Ternyata, masih banyak wanita cantik yang kagum pada lelaki miskin. Mau bukti? Lihat siapa pembeli, pembaca, dan penonton buku novel dan filmnya. Banyak wanitanya ngga? Kalau banyak prianya, ketauan deh punya obsesi yang sama hehehe. Selesai baca novel dan nonton filmnya, langsung deh berhayal dikelilingi wanita-wanita cantik.

Yang kedua, tetralogi bukunya kayaknya menarik. Istriku sudah baca tiga, sampai Edensor. Tinggal satu lagi yang belum, Maria saha kitu lah. Ini novel-novel yang menghibur, rada jujur (masa sih semuanya benar-benar nyata, kayaknya ada lah yang dibuat-buat dikit), dan menginspirasi.

Betul lah menginspirasi. Aku juga baca. Buku seperti ini menimbulkan harapan-harapan besar buat orang kecil seperti aku ini. Sama seperti buku motivasi atau buku biografi orang-orang besar. Misalnya biografi Konosuke Matsushita yang  mendirikan perusahaan yang terkenal dengan produk panasonicnya. Dia ini anak miskin (sama kayak anak tukang tempe di novel KCB), bahkan sekolah ngga tinggi. Tapi bisa sukses karena kerja keras. Ngga ada ceritanya tuh dia dikagumi banyak wanita, hehehe.

Cerita Kolonel Sanders, yang bisa kaya setelah tua juga menginspirasi. Soichiro Honda yang cuma diceritakan sedikit dalam bukunya Anthony Robbins juga penuh inspirasi. Semuanya, tentang mendapatkan kesuksesan dengan bekerja keras. Maaf, ngga ada cerita tentang bagaimana mereka dikelilingi wanita cantik hehehe.

Sedikit tentang kerja keras. Singapura dan Maldives adalah contoh tentang kerja keras. Sumber daya sedikit (Sori, Maldives mungkin kaya dengan pantai yang cantik), tapi dengan bekerja keras bisa sukses. Bagaimana dengan Indonesia? Perasaan udah dari dulu kerja kerasnya, tapi belum juga sukses. Mungkin kita harus bekerja lebih keras lagi supaya bisa sukses. Soalnya orang lain juga ternyata bekerja keras supaya sukses. Kalau kita kerjanya masih sama, ya ketinggalan oleh orang lain dong.

Oke deh, aku pesan buku aslinya 3 lagi ya yang karangan Andrea Hirata ke keluargaku di Indonesia. Nanti kalo ada yang datang ke Malaysia sini, titip buat dibawakan. Bagaimana dengan karya novelis satu lagi? Kalau ada pdf nya di internet, boleh deh dibaca kalau berita gossip sudah habis, hehehe.

Posted by: awaludin | May 6, 2008

Ada Apa dengan Subsidi?

Rame-rame tentang kemungkinan harga BBM naik. Tim ekonomi sudah membuat 86 skenario dari kenaikan harga BBM. Katanya sih, untuk mengurangi subsidi BBM dan menyalurkannya kepada yang lebih berhak. Tapi subsidi itu sebenarnya apa sih?

Kalau lihat dari wikipedia, subsidi itu artinya bantuan keuangan yang diberikan kepada sektor ekonomi. Diberikannya subsidi adalah untuk membuat harga murah secara artifisial agar bisa bersaing secara ekonomis terhadap barang dari luar. Soale, kalo ngga disubsidi entah harganya itu jadi mahal sehingga tidak terjangkau atau harganya kalah murah dengan produk dari luar.

Kalau dilihat-lihat, harga BBM seperti premium itu aslinya mahal. Misalnya satu galon di US, harganya bisa US$ 3 lebih. Bahkan di Belanda harganya US$ 9 lebih. 1 galon itu sekitar 3.79 liter. Anggap aja 1 US$ itu sama dengan Rp. 9000. Maka satu liter = 81000/3.79 atau lebih dari Rp. 20000. Nah di Indonesia itu harganya sekarang berapa? (Sori udah lama ngga beli bensin di Indonesia). Makanya kebayang banyak ngga berapa banyak uang yang harus dikeluarkan supaya rakyat Indonesia bisa beli bensin.

Tapi apa bener nih ada uang keluar? Atau cuma potensi kehilangan uang aja? Kan secara lahiriahnya ngga ada transfer uang dari pemerintah kepada Pertamina misalnya. Kalo kata teman saya sih, cuma potensi kehilangan uang aja. Dan menurut laporan keuangan untuk APBN 2008, lagi-lagi kata teman saya, Indonesia masih untung dari bisnis Migas.

Untungnya gimana? Ceritanya, pendapatan dalam negri dari sektor migas adalah 84 trilyun dari minyak dan 34 trilyun dari gas, dari komponen pajaknya sendiri dapat 42 trilyun. Total, 160 trilyun. (Wuih, uang semua tuh).  Pengeluaran untuk subsidi segala macam (termasuk BBM, listrik, beras dll) adalah 76 trilyun. Nah artinya dari usaha Migas saja, sudah banyak untungnya. Apalagi dari usaha lain.

Lalu kenapa BBM harus tetap naik? Secara umum, BBM bisa dibilang bukan untuk konsumsi domestik. Itu lho, konsumsi rumahan. Iya sih, banyak orang yang punya mobil dan motor pribadi di rumahnya. Tapi kan kendaraan itu dipakai untuk kerja. Beda dengan misalnya listrik di rumah yang memang dipakai untuk keperluan rumah.

Kalo orang-orang kecil seperti saya, memang kendaraan kebanyakan dipakai untuk kepentingan kerja. Sebenarnya ngga harus kendaraan pribadi sih. Masa untuk mengangkut satu orang, perlu mobil 3000 cc. Yang ini namanya pemborosan BBM dan dia ikut menikmati subsidi yang dikasih pemerintah. Makanya pemerintah ingin mengurangi subsidi, supaya orang lebih tertarik pakai kendaraan angkutan umum dan supaya uangnya bisa dipakai oleh pihak yang lebih tepat.

Tapi bahasan selanjutnya, saya belum mengerti. Coba deh saya tunggu tanggapannya dari yang baca.

Posted by: awaludin | May 6, 2008

Kestabilan Moneter

Bukannya saya punya banyak pengetahuan tentang moneter. Ini cuma sekedar terjemah sederhana dari berbagai sumber. Silahkan menikmati kestabilan moneter. Tolong koreksi kalo ada kesalahan konsep ya.

Kestabilan moneter merujuk pada kestabilan nilai mata uang Indonesia, Rupiah. Kestabilan nilai ini ditentukan dengan tingkat inflasi. Dengan jumlah uang yang sama, berapa banyak barang yang bisa dibeli. Bila makin sedikit, maka inflasi positif. Bila makin banyak, maka inflasi negatif.

Inflasi tentu akan selalu ada. Hanya saja, besarnya inflasi kalau bisa dikendalikan supaya berada dalam tingkat yang rendah sehingga kekuatan membeli dari rupiah tidak menyusut banyak.

Apabila inflasi terlalu tinggi maka orang akan lebih cenderung melindungi nilai uang mereka. Ini akan menyebabkan orang menaruh uangnya untuk barang-barang yang dianggap anti inflasi seperti rumah dan tanah. Selain itu orang yang memiliki pendapatan tetap (gaji) akan merasakan kemampuan mereka untuk membeli makin menurun (taraf hidup atau kualitas hidup menurun). Barang-barang juga akan semakin sulit terjual, uang sulit berputar, yang akhirnya akan membahayakan ekonomi jangka panjang.

Kalau inflasi negatif, harga barang akan jatuh. Para pembuat barang dan penjual akan merasakan penurunan pendapatan. Mereka akan mengurangkan biaya dengan memotong belanja atau mengurangi pekerja. Ini juga membuat makin sedikit orang yang membeli barang dan semakin membuat ekonomi berhenti.

Jadi ingat materi pelajaran sejarah tentang krisis ekonomi di Amerika. Dulu untuk mengatasi krisis ekonomi, penduduk Amerika diberi pekerjaan padat karya macam JPS di Indonesia sekarang. Tujuannya adalah agar rakyat memiliki pendapatan untuk dibelanjakan. Selain itu harga-harga diturunkan supaya terjangkau oleh pendapatan tadi. Akhirnya Amerika bisa keluar dari krisis ekonomi itu (tahun 1930-an).

Kembali lagi ke kestabilan moneter. Untuk menjaga kestabilan moneter, lembaga yang ditugaskan menjaganya, dalam hal ini Bank Indonesia, akan mengatur dana yang disimpan atau diambil dari pasaran. Misalnya, kalau inflasi tinggi akibat harga naik BI akan menaikkan bunga bank supaya orang menaruh uangnya di Bank tidak diinvestasikan di tanah atau rumah. Sebaliknya jika inflasi negatif maka BI akan menurunkan bunga bank agar orang lebih suka belanja dan membawa pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, penjagaan kestabilan ekonomi ngga sesederhana menaikkan atau menurunkan bunga bank. Tulisan di atas cuma intermezzo aja dalam seri mengenal sistem uang negara kita. Harap ada yang mau kasih informasi lebih lanjut.

Posted by: awaludin | April 25, 2008

Bukan Karena Umur

Alkisah, seorang anak muda datang menghadap khalifah. Anak muda ini mewakili kaumnya untuk membicarakan hal penting kepada khalifah. Tetapi ketika sudah sampai di tempat khalifah, sang khalifah berkata:

“Coba kirimkan orang yang lebih tua sebagai pemimpin perwakilan yang cocok untuk kaummu”

Tentu saja anak muda ini kaget dengan permintaan sang khalifah. Tapi dia tidak putus akal. Lalu berkatalah anak muda itu kepada khalifah:

“Jika umur merupakan suatu kriteria utama bagi seseorang untuk menjadi pemimpin, tentulah banyak orang yang lebih tepat untuk menjadi khalifah dibandingkan tuan”

Itu kan, alkisah. Kenyataannya tidak seperti itu bila berada di tempat di mana feodalisme masih mencengkeram erat. Orang-orang yang lebih tua, bisa dipastikan merasa lebih berhak untuk menjadi pemimpin bagi kelompoknya. Bahkan untuk urusan yang satu ini, jegal menjegal dari cara halus sampai cara supra halus (santet misalnya) sudah biasa dilakukan.

Apalagi bagi lelaki, kadang ngga pingin dipimpin oleh wanita yang bahkan lebih muda dari dia sendiri.

Posted by: awaludin | April 24, 2008

Petunjuk Jalan Ke KBRI Kuala Lumpur

Dear Teman, mau sharing sedikit buat yang ingin pergi ke KBRI Kuala Lumpur. Ini berdasarkan pengalaman pribadi, bulak-balik ngurus passport dan akta kelahiran.

Kalau mau gampang, apalagi kalau datangnya berkelompok dari Puduraya naik taksi hanya sekitar RM 8 sampai RM 10. Tapi kalau sendiri, ya saya sih prefer yang lebih murah, naik RapidKL. Cukup bayar RM 2, bisa dipake keliling KL kalau sekiranya nyasar, hehehe.

OK, dari Puduraya naik Bis B105 di depan kota raya. Itu ada di seberang perempatan setelah hotel Ancasa. Kelihatan koq plang hotel Ancasa dari Puduraya, di seberangnya Maybank. Naik bis ini dan berhenti di KLCC. Jalan-jalan dulu juga boleh, atau nanti setelah selesai urusan di KBRI malah lebih selesa.

Dari depan KLCC, naik bis B114. Perhatikan bahwa ada dua jurusan yang berbeda. B114 ada yang menuju Titiwangsa dan ada yang menuju Maluri, sama-sama berhenti di depan KLCC. Pilih yang menuju Maluri. Biasanya tertera di plang yang dipasang di dekat sopir. Tiket yang tadi dipakai naik B105 bisa dipakai lagi untuk naik B114. Turun di bus stop setelah keluar dari terowongan. Cuma sekali koq masuk terowongan, jadi ngga akan nyasar. Lalu menyebrang memakai penyebrangan jalan di bus stop tadi dan jalan ke KBRI sekitar 100 meter ke arah terowongan.

Selesai urusan di KBRI, jalan lagi ke arah jembatan penyebrangan tadi sampai ke plang bus stop.  Ngga usah nyebrang. Tunggu saja di situ sebentar karena bis B114 lumayan banyak. Kali ini cuma ada satu saja yang menuju Titi wangsa. Naik lagi sampai ke KLCC. Dari KLCC naik B105 sampai Puduraya dan siap pulang.

Buat yang mau ke Seri Iskandar macam saya ini, cari counternya Plus Liner di dekat counter transnasional. Ngga usah lewat calo, soalnya suka di kasih bis yang transit di Ipoh. Udah harga tiket lebih mahal, sampainya juga lebih lama.

Oh iya, sebelum ini saya pernah posting tentang janji KBRI Kuala Lumpur pengurusan passport hanya 3 jam. Ternyata janji itu bohong. Saya ngurus passport anak, ngga sampai 30 menit sudah selesai. Kali ini, bohongnya lebih baik, karena lebih cepat dari yang dijanjikan hehehe. Bravo deh buat staf KBRI Kuala Lumpur.  Ngurus akte anak dan passport cukup dua kali datang dengan proses yang ngga lama. Paling di total cuma 3 jam, perjalanan ke sananya aja yang lama.

Oh iya, pada saat pengambilan passport ternyata ditanya macam-macam. Dari mulai tempat lahir, tanggal lahir, tempat tinggal di Indonesia, sampai agak detil. Katanya untuk mencegah orang mengambil passport milik orang lain. Wah kayaknya ngga bisa nitip-nitipan lagi nih buat urusan pindah alamat dan lainnya. Tapi ga papa sih, dengan cara seperti itu passport akan lebih dijamin sampai kepada yang punya. Kayaknya juga untuk mengeliminir calo, hehehe.

Selamat berjalan-jalan ke KBRI Kuala Lumpur.

Posted by: awaludin | April 16, 2008

KBRI Malaysia

Selasa 15 April 2008 saya ke Kuala Lumpur dalam rangka mengantar adik ipar pulang ke Indonesia dan mengurus surat-surat anak ketiga saya. Perjalanan dari rumah dimulai dari jam 00.30 pagi karena mengejar bis paling pagi yang menuju Low Cost Carrier Terminal KLIA.

Dari perkiraan perjalanan ke terminal bis Ipoh yang biasanya bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam ternyata hanya menghabiskan waktu 45 menit. Terlalu pagi untuk menunggu keberangkatan bis jam 2.30. Tapi daripada terlambat, lebih baik datang lebih awal bukan?

Bis berangkat tepat pukul 2.30. Harapannya bisa sampai di bandara sekitar pukul 6. Selepas masuk jalan tol jam 3 pagi saya tertidur. Terbangun lagi karena merasa bis goyang-goyang. Saya lihat jam, masih 4.25 pagi. Wah masih lama sampainya nih ke bandara. Tapi saya lihat di luar, ternyata sudah sampai jalan tol menuju bandara. Dahsyat, dalam waktu 2,5 jam perjalanan yang harusnya ditempuh dalam waktu 4 jam lebih sudah bisa diselesaikan. Berarti bis itu ngebut banget ya. Pantas saja, kecelakaan lalu lintas dikatakan sebagai pembunuh nomor satu di Malaysia.

Jam 5 pagi sudah sampai membuat kami harus menunggu lebih lama lagi di bandara. Check in memang dijadwalkan mulai jam 7 pagi. Selesai shalat subuh bergantian, akhirnya selesai sudah tugas saya mengantar sampai bandara. Selanjutnya pergi ke KBRI.

Menunggu bis yang menuju KL Sentral, pusat kereta api di Malaysia, tidak seberapa lama. Cukup setengah jam, bis berangkat sesuai jadwal. Sampai di stasiun jam 9 dan segera saja naik kereta ke Ampang. Kata teman saya, kalau mau ke KBRI bisa naik LRT ke Ampang dan jalan kaki. Wah ternyata jauh juga jalannya. Kalau dihitung, saya berjalan selama satu jam sampai menemukan KBRI. Mana panas lagi cuacanya.

KBRI di Malaysia, belum punya duta besar katanya. Duta besar yang lama sedang berkasus dan disidang di Indonesia. Tapi pemangku jabatan ad interim yang paling tinggi di Malaysia, Bapak Tatang, sudah melakukan perbaikan yang sangat signifikan. Bayangkan saja, saya mengurus akte kelahiran di Indonesia bisa habis waktu satu bulan. Di sini saya datang, kasihkan fotokopi passport, buku nikah, dan akte kelahiran Malaysia proses sudah selesai. Ga ada isi formulir segala macam. Ambil resit dan katanya bisa diambil satu hari kerja. Cepat sekali bukan? Memang belum secepat bikin akte kelahiran Malaysia. Saat bikin akte kelahiran Malaysia, cuma dua puluh menit aktenya sudah jadi. Tapi bila dibandingkan dengan bikin akte di Indonesia, di KBRI Malaysia sudah sangat jauh lebih baik.

Kemudian saya harus bikin passport. Tau ga berapa lama waktu yang saya butuhkan sewaktu bikin passport keluarga di Bandung? Hari pertama saya masukkan data pribadi, kemudian tunggu satu bulan lagi untuk foto dan wawancara. Kalau cepat setelah foto dan wawancara bisa dapatkan passportnya.  Kecuali kalau mau bayar lebih, mungkin bisa dapatkan lebih cepat. Di Tasikmalaya, memang lebih cepat karena yang bikin passport sedikit. Dalam satu hari sudah jadi. Di KBRI Malaysia, hanya tiga jam. Wah wah wah, ini hebat banget. Coba seandainya di Indonesia juga bisa dijadikan tiga jam. Menghemat waktu dan biaya. Padahal, banyak juga lho yang bikin urusan dokumen passport di KBRI.

Kalau kayak begini, saya mau deh merekomendasikan Pak Tatang ini jadi Duta Besar, atau jadi Mentri Luar Negri sekalian. Banyak sekali perubahan bagus yang telah dibuatnya. Bravo, untuk Pak Tatang dan juga staf KBRI Malaysia..

Posted by: awaludin | April 4, 2008

Kelurga Iwan

Ini dia keluargakuimg_1865.jpg

Older Posts »

Categories