Salam bahagia untuk semuanya. Semoga Tuhan YME melimpahkan segala rizki yang baik, kesehatan, dan kebahagiaan selalu buat kawan-kawan.
Ini cerita tentang dua orang penulis novel Indonesia yang sedang ngetop sekarang. Yang satu lulusan Mesir, yang satu lagi tentu saja lulusan Belitong dan Perancis hehehe. Ngga perlu disebut namanya, pasti udah tahu. Kalo belum tahu, berarti bukan penikmat sastra, dan ngga perlu baca lagi tulisan ini.
Komentar ini adalah sari pati gossip yang aku dengar dari ibu-ibu melalui perantara istriku. Weleh, novel aja digosipin. Habis apa lagi yang mau diomongin, masa ngomongin orang. Eh ini kan ngomongin penulis novel, ya orang juga kan?
Oke, yang pertama terkenal dengan novel yang sudah di film kan, Ayat-ayat Cinta. Kata orang buku novel ini baguuus sekali. Bahkan kata presiden, filmnya sangat bagus menyentuh dan membangun jiwa. Lalu apa kata ibu-ibu?
Katanya, geuleuh deh. Ini kayaknya ada yang punya obsesi menjadi pujaan wanita sejagat tapi ngga kesampaian. Terus dilampiaskan melalui tulisan. Eh, ternyata masih banyak yang suka hehehe. Ibu-ibu, dengarkan tuh. Meskipun kalian geuleuh, para wanita di luar sana masih banyak yang suka dengan pria seperti itu. Di buku barunya juga sama kan temanya. Tentang lelaki miskin yang jadi pujaan banyak wanita. Ternyata, masih banyak wanita cantik yang kagum pada lelaki miskin. Mau bukti? Lihat siapa pembeli, pembaca, dan penonton buku novel dan filmnya. Banyak wanitanya ngga? Kalau banyak prianya, ketauan deh punya obsesi yang sama hehehe. Selesai baca novel dan nonton filmnya, langsung deh berhayal dikelilingi wanita-wanita cantik.
Yang kedua, tetralogi bukunya kayaknya menarik. Istriku sudah baca tiga, sampai Edensor. Tinggal satu lagi yang belum, Maria saha kitu lah. Ini novel-novel yang menghibur, rada jujur (masa sih semuanya benar-benar nyata, kayaknya ada lah yang dibuat-buat dikit), dan menginspirasi.
Betul lah menginspirasi. Aku juga baca. Buku seperti ini menimbulkan harapan-harapan besar buat orang kecil seperti aku ini. Sama seperti buku motivasi atau buku biografi orang-orang besar. Misalnya biografi Konosuke Matsushita yang mendirikan perusahaan yang terkenal dengan produk panasonicnya. Dia ini anak miskin (sama kayak anak tukang tempe di novel KCB), bahkan sekolah ngga tinggi. Tapi bisa sukses karena kerja keras. Ngga ada ceritanya tuh dia dikagumi banyak wanita, hehehe.
Cerita Kolonel Sanders, yang bisa kaya setelah tua juga menginspirasi. Soichiro Honda yang cuma diceritakan sedikit dalam bukunya Anthony Robbins juga penuh inspirasi. Semuanya, tentang mendapatkan kesuksesan dengan bekerja keras. Maaf, ngga ada cerita tentang bagaimana mereka dikelilingi wanita cantik hehehe.
Sedikit tentang kerja keras. Singapura dan Maldives adalah contoh tentang kerja keras. Sumber daya sedikit (Sori, Maldives mungkin kaya dengan pantai yang cantik), tapi dengan bekerja keras bisa sukses. Bagaimana dengan Indonesia? Perasaan udah dari dulu kerja kerasnya, tapi belum juga sukses. Mungkin kita harus bekerja lebih keras lagi supaya bisa sukses. Soalnya orang lain juga ternyata bekerja keras supaya sukses. Kalau kita kerjanya masih sama, ya ketinggalan oleh orang lain dong.
Oke deh, aku pesan buku aslinya 3 lagi ya yang karangan Andrea Hirata ke keluargaku di Indonesia. Nanti kalo ada yang datang ke Malaysia sini, titip buat dibawakan. Bagaimana dengan karya novelis satu lagi? Kalau ada pdf nya di internet, boleh deh dibaca kalau berita gossip sudah habis, hehehe.